Pathilo

Pathilo merupakan makanan tradisional yang banyak ditemui di Gunungkidul, terutama di daerah Tanjungsari. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, pathilo berasal dari kata 'pathi' dan 'lo'. Pathi berarti pati dan lo artinya telo (singkong). Bahan utama pembuatan jajanan tradisional ini adalah singkong. Pathilo mempunyai rasa yang asin dan gurih. Bentuknya bulat seprti lingkaran dan umumnya berwarna merah dan putih.

recipeInstruction 1. Singkong dikupas dan dicuci. 2. Jika akan diproduksi dalam skala kecil, maka singkong cukup diparut. Namun, jika pathilo diproduksi dalam skala besar maka untuk menghaluskan singkong diperlukan mesin parut bertenaga listrik. 3. Parutan singkong diperas memakai alat pemeras. Hasil perasan atau ampas tersebut didiamkan selama satu malam dalam baskom setelah sebelumnya ditambahkan bumbu yang sudah dihaluskan. 4. Ampas kemudian dikepalkan dan ditekan hingga berbentuk seperti cendol yang ukurannya sekitar 5 cm dan tebal 0,5 cm di atas tambir yang nantinya akan digunakan untuk pengukusan. Waktu yang diperlukan untuk pengukusan adalah 30 menit. 5. Sesudah pengukusan, langkah selanjutnya adalah proses pengeringan. 6. Langkah terakhir dalam pembuatan pathilo adalah membungkusnya dengan plastik kemasan.
recipeCategory Cemilan
cookingMethod Dikukus, dikeringkan
ingredients singkong, bawang putih, kemiri dan garam
source Karya Ilmiah : Pathilo Warna-Warni Aneka Rasa (http://ilmiah.blogspot.com/2012/11/pathilo-warna-warni-aneka-rasa.html)

Foto

Lokasi