Rasulan

Upacara adat ini bertujuan untuk mengekspresikan rasa syukur kepada Tuhan atas kesejahteraan dan keselamatan yang diberikan dalam mengupayakan hasil bumi. Sebelum puncak acara dimulai, diadakan berbagai kegiatan antara lain slawatan, rodat dam maulut. Kegiatan kesenian ini selain menggunakan alat musik juga dilengkapi dengan penari, jumlah personil kira-kira 20-3 orang. Di dalam kesenian tersebut selain merupakan hiburan tetapi juga ada bagian-bagian yang dianggap sakral. Maulut dan rodat dianggap sebagai bagian yang sakral karena tembang yang dilantunkan berisi puji-pujian yang mengagungkan nama Allah dan kebesaran Nabi Muhammad Saw khususnya sejarah Nabi. Penari dalam kesenian ini dinamakan ledek. Tempat penampilan penari dibedakan, rodat dibangsal Majid, Maulut di serambi masjid. Kesenian itu tampil secara bergantian. Maulut ini merupakan kesenian yang dianggap suci, sedangkan slawat dianggap hiburan semata. Kadang-kadang dalam slawat diselipkan ajaran Pancasila. Pada pagi harinya diadakan kenduri dengan besekan sambil minum dawet. Ujub kenduri dipimpin oleh seorang rais yang pada pokoknya memohon kepada Tuhan agar segala permohonannya juga diadakan tahlilan. Setelah acara pokok selesai, maka warga setempat mendapat nasi kenduri dalam besek lengkap dengan lauk-pauknya. Sisa dari makanan pesta dibagikan kepada fakir miskin.

location Masjid Giriloyo, Imogiri
start date Setelah selesai panen atau sesudah bulan purnama (hari legi atau wage kalender Jawa)
source Bantulbiz : RASULAN, Upacara Bersih Desa Wukirsari Imogiri (http://bantulbiz.com/id/bizpage_budaya/id-153.html)

Foto

Lokasi